Melimpahnya pohon bambu di Dusun Gobogan Desa Sendangsari masih belum dimanfaatkan dengan baik. Pemerintah Desa Sendangsari berinisiatf untuk membuat pelatihan pengolahan bambu menjadi kerajinan yang memiliki nilai jual tinggi. Selanjutnya warga membentuk kelompok usaha kerajinan bambu Mekar Sari. Hasil yang diperoleh dari kegiatan pembuatan kerajinan bambu berupa produk dengan inovasi baru, warga sekitar juga mendapat peluang tambahan lapangan pekerjaan.
Latar Belakang
Warga Dusun Gobogan Desa Sendangsari banyak yang memiliki kebun bambu dengan jumlah yang banyak, namun belum ada pemanfaatan yang baik. Bambu hanya digunakan sebagai kayu bakar. Melihat hal tersebut Pemerintah Desa Sendangsari bekerjasama dengan kelompok perajin Brajan, yang sudah berjalan dalam usaha kerajinan bambu.
Inovasi
Warga Dusun Gobogan Desa Sendangsari membentuk kelompok usaha kerajinan bambu Mekar Sari sebagai tindak lanjut pelatihan yang telah diadakan sebelumnya.
Proses
1. Pada tahun 2015 dari pemerintah Desa Sendangsari bekerjasama dengan kelompok perajin Brajan mengadakan pelatihan di Dusun Gobogan dengan jumlah peserta 20 orang ibu-ibu PKK.
2. Berkoordinasi dengan Kepala Dusun untuk membentuk kelompok usaha kerajinan bambu,
yang beranggotakan ibu-ibu dusun Gobogan.
3. Selanjutnya ditindak-lanjuti warga dengan membentuk kelompok perajin bambu Mekar Sari.
4. Anggota mulai membuat berbagai macam kerajinan mambu sebagai produk awal dengan modal swadaya masyarakat.
5. Produk kerajinan dijual kepada pengepul untuk selanjutnya dilakukan finishing.
6. Warga mulai berinovasi dengan produk yang diproduksi sehingga dida-pat kreasi produk baru.
Hasil
Berbagai kerajinan bambu dengan inovasi yang baru, seperti pincuk, tenggok, tempat salak, dan tempat telur. Warga sekitar mendapatkan peluang tambahan lapangan kerja sehingga berefek pada meningkatnya pendapatan rumah tangga.
Pembelajaran
Kekompakan dan kemauan yang keras dapat membantu meningkatkan pengetahuan dan keterampilan warga desa sehingga ahli dibidang pembuatan kerajinan bambu dan pengetahuan tersebut dapat dibagi ke desa lain. Dengan keterbatasan modal dan alat, warga tetap bersemangat untuk mebuat kerajinan bambu.
Rekomendasi
Peran serta pemerintah desa dalam mendukung kegiatan dapat memberikan pelatihan untuk mewarnai produk anyaman dan pengawetan, sehingga dapat dijual langsung ke konsumen, tanpa melalui pengepul atau tengkulak.
Tindak Lanjut pembuatan anyaman bambu bisa dijadikan usaha desa melalui BUMDes dan dianggarkan di APBDes.
Youtube: https://www.youtube.com/watch?v=7NZGvgYwdl0
Copyright TPID Kec. Minggir Sleman