Sendangsari – Puskesmas Minggir telah melaksanakan kegiatan Penguatan Program Perencanaan Persalinan Dan Pencegahan Komplikasi (P4K) pada hari Kamis, 06 Oktober 2022 di Aula Kalurahan Sendangsari. Sasaran kegiatan ini adalah kader Posyandu, PKK, Pamong Kalurahan Sendangsari, Babinsa dan Bhabinkamtibmas Kalurahan Sendangsari. Sebagai narasumber pada kegiatan ini yaitu Sri Widayati, A.Md.Keb selaku Bidan Desa Sendangsari dari Puskesmas Minggir.
Dalam pemaparannya, Sri Widayati, A.Md.Keb menyampaikan latar belakang perlunya P4K yaitu Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi/Balita (AKB) masih tinggi. Data Kabupaten Sleman (Sampai Bulan Juni 2022), AKI sejumlah 6 orang dan AKB sejumlah 21 orang. Sementara itu untuk data Kapanewon Minggir tahun 2021 terdata AKI sejumlah 3 orang dan AKB sejumlah 9 orang; sedangkan data tahun 2022 AKI sejumlah 1 orang dan AKB sejumlah 3 orang.
Lebih lanjut disampaikan juga tujuan umum dan khusus dari kegiatan ini. Tujuan umum yaitu meningkatnya cakupan dan mutu pelayanan kesehatan bagi ibu hamil dan bayi baru lahir melalui peningkatan peran aktif keluarga dan masyarakat dalam merencanakan persalinan yang aman dan persiapan menghadapi komplikasi dan tanda bahaya kebidanan bagi ibu sehingga melahirkan bayi yang sehat. Tujuan khusus antara lain: Terdatanya status ibu hamil dan terpasangnya Stiker P4K di setiap rumah ibu hamil yang memuat informasi tentang lokasi tempat tinggal ibu hamil, identitas ibu hamil, taksiran persalinan, penolong persalinan, pendamping persalinan dan fasilitas tempat persalinan, calon donor darah, transportasi yang akan digunakan serta pembiayaan; Adanya Perencanaan Persalinan, termasuk pemakaian metode KB pasca persalinan yang sesuai dan disepakati ibu hamil, suami, keluarga dan bidan; Terlaksananya pengambilan keputusan yang cepat dan tepat bila terjadi komplikasi selama kehamilan, persalinan, dan nifas; Meningkatnya keterlibatan tokoh mayarakat baik formal maupun non formal, dukun/pendamping persalinan dan kelompok masyarakat dalam perencanaan persalinan dan pencegahan komplikasi dengan stiker, dan KB pasca salin sesuai dengan perannya masing-masing.
Manfaat Program P4K yaitu: Mempercepat berfungsinya Desa Siaga, Meningkatnya cakupan pelayanan ANC sesuai standar (min : 6 kali kunjungan), Meningkatnya cakupan persalinan oleh tenaga kesehatan terampil, Meningkatnya kemitraan Bidan dan Dukun, Tertanganinya kejadian komplikasi secara dini, Meningkatnya peserta KB pasca persalinan, Terpantaunya kesakitan dan kematian ibu dan bayi, Menurunnya kejadian kesakitan dan kematian ibu serta bayi.
Kegiatan P4K meliputi: Mendata seluruh ibu hamil Pendataan jumlah ibu hamil di wilayah desa di lakukan secara teratur untuk updating, dan disampaikan pada setiap pertemuan bulanan; Memasang stiker di setiap rumah ibu hamil yang dilakukan setelah kunjungan, Setelah melakukan konseling, stiker diisi oleh bidan, kemudian stiker tersebut ditempel di rumah ibu hamil dan di berikan buku KIA supaya bisa dipahami isinya; Membuat perencanaan persalinan
Dalam P4K peran lintas sektoral sangat diperlukan yaitu:
- Memantau intensif setiap ibu hamil, mengingatkan ibu hamil untuk mendapatkan pelayanan sesuai standar, menemukan secara dini tanda bahaya saat hamil dan melapor segera ke tenaga kesehatan.
- Pengelolaan donor darah, transportasi/ ambulan desa, tabulin/dasolin, amanat persalinan, Suami Siaga, Warga Siaga.
- Membantu mendata jumlah ibu hamil di wilayah desa dan melakukan penempelan sticker jika belum ditempel oleh ibu hamil.
- Memberikan penyuluhan yang berhubungan dengan kesehatan ibu (tanda bahaya kehamilan, persalinan dan nifas).
- Membuat Surat Pernyataan Kesediaan menjadi Pendonor Darah atau Sarana Transportasi/Ambulan Desa bagi warga yang bersedia dan ikhlas sebagai calon pendonor darah atau pemakaian kendaraannya sewaktu-waktu bila diperlukan dalam situasi kegawatdaruratan.
- Membuat daftar tertulis tentang orang-orang yang bersedia menjadi pendonor darah dan atau sarana transportasi/ambulan desa kemudian disosialisasikan